Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Ratusan alumni SGHA, PHIN, dan MAN 1 Yogyakarta dari berbagai angkatan berkumpul dalam sebuah reuni akbar yang digelar di kampus MAN 1 Yogyakarta pada Minggu (31/8/2025). Acara ini menjadi momentum bersejarah yang mempertemukan lintas generasi dalam semangat kebersamaan, nostalgia, dan kontribusi nyata bagi almamater.
Kegiatan dimulai dengan jalan sehat dari Wisma Kagama menuju Blimbingsari dan berakhir di kampus MAN 1 Yogyakarta. Setibanya di lokasi, para peserta disambut dengan penampilan Tari Saman oleh siswa-siswi MAN 1 Yogyakarta yang tergabung dalam kelompok Ratoeh Alisa, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para alumni yang telah sukses berkiprah di berbagai bidang. Ia menekankan pentingnya peran alumni sebagai problem solver di masyarakat dan mengajak mereka untuk terus memberikan dukungan serta masukan demi kemajuan madrasah. “Kami fokus membentuk karakter murid di tengah gempuran teknologi. Dukungan alumni sangat kami harapkan,” ujarnya.
Ketua panitia, Prof. Choirul Muslimin, menyampaikan bahwa reuni ini merupakan pertemuan lintas angkatan selama enam dekade. Ia menekankan dua hal penting yang dapat dipetik dari acara ini: transformasi ide melalui sesi talkshow dan kontribusi sosial berupa donasi dari para alumni. “Ini bukan sekadar temu kangen, tapi juga ajang belajar dan berbagi,” ungkapnya.

Acara ini juga dihadiri oleh alumni yang pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama, Wakil Ketua Mahkamah Agung, Direktur Urusan Agama Kemenag, Sekjen Kementerian Agama, Dirjen Bimas Islam, para profesor, rektor, hakim Tipikor, senator, serta Menteri. Penampilan Mansa Coustic turut memeriahkan suasana sebelum sesi talkshow yang menghadirkan dua narasumber inspiratif: Prof. Noorhaidi Hasan dan Dr. H. Mohammad Mahfud Mahmuddin.
Dalam sesi khusus, beberapa alumni menyerahkan buku karya mereka kepada Kepala MAN 1 Yogyakarta sebagai bentuk kontribusi intelektual. Selain itu, beasiswa dari Al Hakim Scholarship disampaikan kepada 20 murid MAN 1 Yogyakarta yang berprestasi. Acara juga diselingi pembagian doorprize yang menambah semarak reuni.
Puncak kegiatan ditandai dengan deklarasi pembentukan IKASGHAPHINMANSA, sebuah organisasi alumni SGHA/PHIN/MAN 1 Yogyakarta yang bertujuan mempererat silaturahmi dan menjamin keberlangsungan kontribusi alumni terhadap almamater. Deklarasi ini ditandatangani oleh sembilan perwakilan lintas angkatan dan menetapkan Prof. Choirul Muslimin sebagai ketua formatur yayasan alumni.
Prof. Rusli, Ketua Abituren, menyampaikan rasa haru dan bangga atas antusiasme peserta. “Awalnya kami hanya merancang pertemuan kecil, tapi ternyata semangat alumni luar biasa. Semoga organisasi ini menjadi wadah yang menjamin keberlangsungan kontribusi alumni,” tuturnya.
Reuni ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang merancang masa depan bersama. Semangat kebersamaan, kontribusi, dan cinta terhadap almamater menjadi benang merah yang mengikat seluruh rangkaian acara, menjadikan reuni ini sebagai tonggak baru dalam perjalanan IKASGHAPHINMANSA. (dee)